Laporan Fieldtrip di BBL Lampung (Hama dan Penyakit Ikan)

BAB I PENDAHULUAN

 1.1  Latar Belakang 
Disetiap kegiatan budidaya para petani selalu melakukan pengawasan terhadap kolam-kolam yang digunakannya. Hal tersebut dilakukan supaya dalam kegiatan budidaya tidak mengalami kegagalan ditengah kegiatan budidaya bahkan kerugian saat panen. Salah satu hal yang paling penting dan harus dilakukan adalah pengawasan terhadap hama dan penyakit yang menyerang kolam budidaya serta biota didalamnya.

Hama adalah suatu organisme yang dapat mengganggu kegiatan budidaya bahkan memberikan dampak kerugian bagi para petani ikan. Ada beberapa jenis hama yaitu predator, kompetitor dan inang/agen penyebar penyakit. Supaya kita tahu apa jenis hama yang menyerang kolam budidaya kita maka diperlukan suatu identifikasi terhadap organisme yang tidak ingin dalam budidaya tersebut. Pada praktikum kali ini kami para mahasiswa melakukan pengamatan dengan cara mengumpulkan data dan juga sampel bila diperlukan, dan kemudian melakukan identifikasi terhadap jenis organisme tersebut apakah termasuk dalam kategori predator, kompetitor atau inang parasit.

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya serangan dari pathogen, virus, bakteri, maupun mikroorganisme parasit lainnya. Sedangkan penyakit non-infeksi adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang baik, factor genetic, dan juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi.

Supaya dapat lebih memahami tentang penyakit-penyakit yang terdapat diperairan laut, pengadaan kunjungan lapangan secara langsung ke BBPBL merupakan hal yang sangat tepat diaplikasikan.
BAB II METODE PELAKSANAAN

2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada hari Selasa , tanggal 1 November 2016, pukul 7:30-15:00 WIB. Kegiatan ini dilakukan di BBPBL (Balai Besar Perikanan Budidaya Laut), Pesawaran, Lampung.

Prosedur Kerja

Mahasiswa melakukan kunjungan langsung ke BBPBL

Mahasiswa mengikuti arahan dan dan menyimak materi yang diberikan oleh pemateri

Mahasiswa mengikuti koordinator lapangan untuk menelusuri lokasi

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Profil BBPBL

Untuk menunjang pelaksanaan program pengembangan budidaya laut di indonesia brdasarkan KEPPRES RI No. 23 Tahun 1982 dan SK. Menteri Pertanian Nomor 437 IKpts/Uml7/1982, pada tahun 1982 Direktorat Jenderal Perikanan telah merintis pembentukan Balai Budidaya Laut Lampung (BBL). Berdasarkan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 6IPERMEN’-KP/2014 tanggal 3 Februari 2014 dirubah menjadi Balai Besar Perikanan Budidaya Laut.

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) adalah Unit Pelaksana Teknis berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan.

BBPBL mempunyai tugas melaksanakan uji terap teknik dan kerjasarna, pengelolaan produksi, pengujian laboratorium, mutu pakan, residu, kesehatan ikan dan lingkungan, serta bimbingan teknis perikanan budidaya laut.

3.2 Lokasi dan Area Laboratium Kesehatan dan Lingkungan pada BBPBL

Di BBPBL hanya memiliki 1 laboratorium kesehatan dan lingkungan yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan cara mengatasinya. Letak laboratorium kesehatan dan lingkungan ini berdekatan dengan laboratorium pengelolaan kualitas air.

Laboratorium memiliki banyak ruangan, diantaranya ada Ruang Mikroskop, Ruang Histologi, Ruang Mikrobiologi, Ruang Mikroskop dan ruang-ruang lain yang terdapat didalamnya.
 

3.3 Sistem Kesehatan dan Lingkungan di BBPBL

Dalam pengidentifikasian penyakit biasanya dilakukan di laboratorium. Untuk mengidentifikasi penyakit, biasanya digunakan secara langsung dari sampel ikan yang terkena penyakit. Identifikasi jenis penyakit dilakukan di ruang histologi. Ruang histologi ini berfungsi untuk mengidentifikasi penyakit-penyakit yang menyerang pada ikan. Sedangkan ruang mikrobiologi digunakan untuk mengisolasi satu jenis bakteri maupun patogen untuk diuji coba dan dipelajari agar dapat diketahui bagaimana cara mengobatinya.

Pada umumnya metode pengobatan yang dilakukan adalah kebalikan dengan cara mengobati penyakit ikan air tawar. Jika di air tawar biasanya menggunakan garam, tetapi di air laut justru menggunakan air tawar sebagai metode pengobatannya. Hal tersebut dilakukan karena biasanya mikroorganisme dilaut tidak dapat hidup di air tawar (tidak bersalinitas) sehingga menyebabkan mikroorganisme tersebut mati atau terlepas dari tubuh ikan.

BAB IV KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Penyakit-penyakit pada ikan yang terdapat di laut sangat berbeda dengan penyakit yang ada di air tawar. Penyakit dilaut lebih banyak jenisnya dan masih sangat sulit diobati, terutama apabila telah terkena virus. Hal tersebut dikarenakan perairan laut merupakan alam bebas yang dapat ditempati oleh banyak jenis mikroorganisme maupun virus.

4.2 Saran

Segala proses yang berhubungan dengan penyakit bisa berupa bakteri maupun virus perlu penanganan yang berhati-hati. Penyakit di air laut sangat berbahaya dibandingkan penyakit air tawar. Sehingga penggunaan alat, media budidaya, maupun sumber air harus benar-benar diperhatikan. Selain itu para pekerja lapangan atau kulturis juga perlu mengetahui dan pandai serta tepat dalam menangani segala kasus yang terjadi pada ikan budidaya dilaut.

FUNGSI, PERAN, PEMANFAATAN, SERTA PERMASALAHAN PADA CACING DALAM BUDIDAYA PERIKANAN DAN LINGKUNGAN

  1. PENDAHULUAN

Usaha budidaya ikan dan udang nampak semakin giat dilaksanakan baik secara intensif maupun secara ekstensif. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya ikan dan udang adalah kesediaan pakannya. Dalam penyediaan pakan harus diperhatikan beberapa faktor yaitu jumlah dan kualitas pakan, kemudahan untuk menyediakannya serta lama waktu pengambilan pakan yang berkaitan dengan penyediaan makanan yang dihubungkan dengan jenis dan umurnya.

Ada dua jenis cacing yang dapat digunakan sebagai pakan ikan, Cacing Sutera dan Cacing Tanah. Cacing-cacing ini sangat baik untuk ikan. Karena proteinnya mencapai 70% lebih. Untuk Cacing Sutera, biasanya diberikan dalam keadaan hidup atau masih segar ke dalam air karena lebih sukai ikan. Namun pada cacing tanah, biasanya dibuat menjadi pakan pelet.

  1. ISI
  • Cacing Tanah (Lubricus rubellus)
  1. Cacing Tanah Sebagai Bahan Pakan Alami

Cacing Tanah (Lubricus rubellus) adalah makanan alami dengan sumber protein tinggi sebagai bahan pakan ikan alternatif. Budidaya cacing tanah relatif mudah, efisien dan murah, dimana untuk membudidayakan cacing ini hanya dibutuhkan suatu media berupa tanah dan kompos. Sisa media dari budidaya cacing ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman (kascing), karena penguraian sampah organik oleh cacing tanah banyak menghasilkan unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.

Berkaitan dengan potensi cacing tanah sebagai bahan makanan sumber protein tinggi, pemanfaatannya sangat beragam seperti:

  • Untuk bahan campuran kosmetika.
  • Sebagai makanan suplemen kesehatan.
  • Bahan obat-obatan terutama yang menyangkut dengan antibiotik.
  • Sebagai pakan ternak.
  1. Komposisi Pada Lubricus rubellus

Komposisi nutrisi Lumbricus rubelius adalah sebagai berikut:

  • Protein Kasar : 60 – 72%
  • Lemak : 7 – 10%
  • Abu : 8 – 10%
  • Energi : 900 – 4100 kalori/gram.

Melihat komposisi nutrisinya, maka di dunia perikanan, cacing tanah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan ransum makanan ikan. Seperti diketahui bahwa untuk pertumbuhan ikan, sangat ditentukan oleh kandungan protein dalam makanannya. Mengingat kandungan protein cacing yang cukup tinggi (lebih tinggi dari ikan dan daging) serta komposisi asam amino esensial yang lengkap, sehingga dapat diperkirakan bila cacing tanah ini dapat dimakan oleh ikan akan dapat memacu pertumbuhan dan menghasilkan ikan yang sehat serta tahan terhadap serangan penyakit.

Untuk memperoleh pelet dengan kandungan protein 35%, maka susunan ransumnya adalah:

  • Tepung Cacing : 47%
  • Telur Ayam : 20%
  • Terigu : 14%
  • Dedak : 18%
  • Kanji : 1%
  1. Cara Pembuatan Pakan Pelet

Untuk menjadikan pelet, bahan-bahan yang dipersiapkan adalah kuning telur ayam yang telah direbus, tepung kanji, terigu, dedak, tepung cacing, masing-masing ditimbang sesuai dengan analisis bahan. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut :

  • Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi satu.
  • Tambahkan air hangat secukupnya hingga adonan menjadi cukup kenyal. Penggunaan air harap seminim mungkin.
  • Setelah adonan terbentuk selanjutnya dicetak dengan mesin penggiling daging sehingga menghasilkan pelet basah yang panjangnya seperti mie.
  • Pelet basah tersebut dipotong per 0,5 cm membentuk butiran-butiran.
  • Setelah itu pelet dijemur di panas matahari seharian.
  • Kemudian pelet ditimbang dan siap digunakan.
  1. Cara Membudidayakan Cacing Tanah
  1. Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.
  2. Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
  3. Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.
  4. Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.
  5. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 0 Suhu yang lebih tinggi dari 25 0C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.
  6. Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.
  • Cacing Sutera (Tubifex sp)
  1. Biologi cacing sutera

Cacing Tubifex sp merupakan hewan tingkat rendah, karena tidak memiliki tulang belakang yang disebut ivertebrae. Taksonomi dan nomenklatur untuk cacing Tubifex sp sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Phylum    : Annelida

Kelas        : Clitella

Sub Kelas : Oligochaeta

Ordo        : Haplotaxida

Sub Ordo         : Tubificina

Famili      : Tubificidae

Genus      : Tubifex

Spesies     : Tubifex sp

Cacing Tubifex sp digunakan sebagai pakan alami untuk benih yang agak besar. Cacing Tubifex sp umumnya ditemukan pada daerah air perbatasan seperti daerah yang terjadi polusi zat organik secaar berat, daerah endapan sedimen dan perairan oligotropis. Ditambah bahwa spesies Cacing Tubifex sp ini bisa mentolelir perairan dengan salinitas dengan 10 ppt. Ada dua faktor yang mendukung habitat hidup Cacing Tubifex sp, yaitu endapan lumpur dan tumpukan bahan organik yang banyak.

Ketinggian air pada lingkungan pemeliharaan Cacing Tubifex sp berpengaruh terhadap ketahanan hidup dan perkembangannya. Jika air terlalu tinggi, maka koloni atau populasi Cacing Tubifex sp akan tidak berkembang bahkan akan mengalami kematian karena Cacing Tubifex sp ini membutuhkan oksigen dari luar untuk bernapas. Sedangkan apabila air terlau rendah atau sedikit, maka lingkungannya akan cepat panas sehingga Cacing Tubifex sp ini tidak akan dapat bertahan hidup lebih lama. Ketinggian air yang optimal pada populasi Cacing Tubifex sp adalah setinggi 6 cm.

Semakin tinggi kadar amoniak pada kelimpahan Cacing Tubifex sp semakin rendah. Meningkatnya kadar amoniak hingga 0,29-0,96 mg/l diikuti dengan menurunnya kelimpahan Cacing Tubifex sp.

Pertukaran gas oksigen dan CO2 pada Cacing Tubifex sp, dilakukan melalui permukaan tubuh. Kebanyakan Cacing Tubifex sp membangun tabung pada substratnya dan bagian ekornya melambai-lambai, sehingga bisa membuat sirkulasi air dan membuat oksigen lebih banyak untuk diterima oleh permukaan tubuh. Ditambahkan bahwa populasi Cacing Tubifex sp tak bisa diperbaiki pada kondisi yang tanpa oksigen.

Hanya sepertiga spesimen sampel Cacing Tubifex sp yang digunakan mampu bertahan pada kondisi anaerob selama 48 hari pada suhu 0-2 0C dan pada suhu yang lebih tinggi persentasenya lebih sedikit lagi. Penelitian lain menunjukan angka populasi lebih rendah lagi setelah 120 hari, pada kondisi anaerob.

Secara umum, konsentrasi oksigen yang lebih rendah membuat gerakan bagian ekor Cacing Tubifex sp semakin giat untuk melambai menghasilkan aerasi. Tetapi jika kadar oksigen mulai punah, maka Cacing Tubifex sp menjadi diam pergerakannya.

Sel sensor pada kulit Cacing Tubifex sp secara umum sensitif terhadap sentuhan suhu dan rangsangan kimiawi dari luar. Suhu memang bukanlah salah satu faktor pembatas bagi Cacing Tubifex sp tetapi sering kali mempengaruhi kelimpahan Cacing Tubifex sp klas Oligochaeta ini.

  1. Pembibitan Cacing Tubifex sp

Cacing Tubifex sp yang hidup diperairan alam dapat ditangkarkan ditempat-tempat terkontrol, misalnya kubangan tanah. Di dalam kubangan ini kondisi (habitat) dibuat menyamai (mirip) habitat alami berlumpur. Kubangan diisi campuran pupuk kandang (kotoran ayam) dan dedak halus setebal 1 cm. Pupuk kandang dilumatkan dan dicampurkan dengan dedak halus. Selanjutnya diratakan dan diisi sama aur. Biarkan rendaman ini sampai membentuk endapan. Kemudian dimasukkan “klon” (bibit) Cacing Tubifex sp yang diangkat dari perairan alam dan aliran air untuk menggantikan peresapan dan penguapan. Aliran air dibesarkan sedikit setelah bibit ditanam (ditebarkan). Aliran air dibesarkan sedikit setalah bibit ditanam (ditebarkan). Aliran air ini dibutuhkan untuk menggantikan air yang ada secara terus menerus.

Masa penakaran Cacing Tubifex sp ini tergantung tujuan produksi cacing yang didinginkan. Biasanya Cacing Tubifex sp akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru selama beberapa hari. Cacing Tubifex sp ini mulai berkembang biak setelah 7 sampai 11 hari penakarannya. Terpenting yang harus diperhatikan selama penangkaran Cacing Tubifex sp ini jangan samapi terjadi kekeringan, karena Cacing Tubifex sp ini tidak akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik bila dalam kondisi kering. Hasil penakaran Cacing Tubifex sp ini selanjutnya digunakan sebagai bibit pada produksi massal Cacing Tubifex sp di tempat pemeliharaan yang ukurannya lebih luas.

Tujuan penakaran Cacing Tubifex sp yaitu untuk memperoleh bibit Cacing Tubifex sp yang telah terbiasa hidup di lingkungan/habitat buatan. Dengan cara ini setidaknya kematian bibit Cacing Tubifex sp dalam produksi massal dapat dihindarkan sehingga persiapan lahan pemeliharaan Cacing Tubifex sp sesuai.

Permasalah yang kerap terjadi dalam penyediaan pakan alami seperti Cacing Tubifex sp ini adalah dalam masalah pengangkutan ke tempat lain yang jauh. Kerap dijumpai matinya Cacing Tubifex sp ini dalam masa pengangkutan tersebut sehingga Cacing Tubifex sp tidak segar dan tidak disukai ikan dan udang saat pemberian pakannya, ataupun tidak bisa dikembang biakkan lagi ditempat lain. Hal ini yang harus dipertimbangkan dan dikaji lebih lanjut lagi.

 


  • KESIMPULAN

 

Keberadaan pakan alami mutlak dibutuhkan sebagai selah satu unit dalam kesatuan usaha budidaya pembenihan. Jenis Cacing Tubifex sp adalah salah satu pakan alami bagi ikan dan udang yang mempunyai kandungan gizi yang baik di dalam tubuhnya.

Cacing Tubifex sp mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan disebabkan kandungan lemak dan protein yang ada dalam tubuhnya. Kandungan protein dalam tubuhnya cukup tinggi yaitu berkisar 51,9% protein, lemak 22,3% dan abu 5,3% serta kandungan asam aminonya juga lengkap.

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.yarjohan.com/2008/06/produksi-tubifex-sp-sebagai-pakan-alami.html

http://umargani.blogspot.com/2010/11/manfaat-cacing-bagi-kehidupan.html

http://www.alamikan.com/2014/05/cara-budidaya-cacing-tanah-sebagai.html

Perjalan  Hidup Seorang Pemuda (part 1)

Ini malam hari, malam yang sunyi terbalut sepi, awan pun menghitam, hujan tak kunjung mereda. Pantas sajalah semua orang tertidur pulas dengan mimpinya sendiri-sendiri di atas kasur empuk dan pelukan selimut lembut. Tetapi tidak untuk pemuda ini. Dia hanya terdiam, mata tak terpejam walau kantuk sesekali menghampiri. Terdiam, melamun, merenung, memikirkan dan mengharapkan, itulah yang ia lakukan di malam sunyi.
Dengan tembok sebagai sandarannya, ia membisu sejenak, lantas menulis di secarik kertas, “Cukupkah bertaubat hanya dengan berucap istighfar, Astaghfirullah.. Sedang jiwa raga tak kuasa terus melakukan dosa yang sama..?!”
“…”
Kemudian ucapan keluar.
“… Ku hanya ingin bertobat… Bertobaat…!!” Ucapan itu memecah kesunyian kamar dimana yang lainnya tertidur pulas.
“Ya Allah, apa yang mesti kuperbuat, diriku memang kerap tersesat, banyak lakukan maksiat, namun malangnya diriku tak pandai tuk bertaubat. Ya Allah, kumemohon padaMu ampuni dosaku. Engkau Maha Penerima Taubat, … terimalah taubatku,” lirihnya.

Ia kemudian kembali terbaring ditempat tidurnya dengan sedikit isak tangis, hingga ia pun mulai terlelap dalam tidurnya.
Tanpa disadari bahwa lelaki ini tersenyum dalam tidurnya. Sepertinya ia merasakan kebahagiaan, kegembiraan, dan ketenangan. Namun apakah yang membuatnya demikian? Ternyata ia terbawa dalam suasana mimpinya. Dalam mimpinya ia bertemu dengan seorang wanita yang belum ia kenal namun terasa sangat dekat dengannya. Laki-laki kemudian bertanya dengan wanita itu.
“Siapakah kamu?”, tanya laki-laki itu.
“Kamu akan mengenaliku. Namun, itu bergantung pada waktu dalam kehidupanmu”, jawab wanita itu sembari tersenyum.
Laki-laki ini kemudian terus memandangi wanita tersebut sambil berfikir, “Siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa aku terasa dekat dengannya padahal aku belum pernah mengenalnya. Bahkan ia selalu tersenyum kepadaku, apakah ia seorang bidadari? Ah tak mungkin!”

Laki-laki ini pun kemudian terlelap dalam tidur nyenyaknya hingga fajar tiba. Tak lama kemudian ia mendengar suara adzan pada masjid dekat rumahnya. Laki-laki inipun segera terbangun dalam tidurnya dengan tak lupa membaca syukur terhadap Tuhannya, “alhamdulillah”, ucapnya. Kemudian ia pun segera menjalankan kewajiban terhadap Tuhannya dengan melakukan ibadah sholat shubuh.
Setelah ia menyelesaikan perintah agamanya kemudian ia duduk ditempat tidurnya. Sejenak dalam benaknya terlintas sebuah bayangan yang ada didalam mimpinya. Kemudian ia pun tersenyum kembali.
Tiba-tiba ia bertanya sendiri, “sebenernya dia siapa sih?”, sambil sedikit tersenyum. Tiba-tiba ada suara wanita yang mengagetkannya.
“Maaf, mas sudah bangun??”, seorang wanita bertanya.
“Iya bi, sudah. Ada apa ya bi?”, tanya laki-laki itu kepada Bi Sri pembantunya.
“Enggak mas, itu kalo mau sarapan udah bibi siapin di meja makan”
“Oh ya bi, makasih ya. Tapi aku mau mandi dulu bi, takut nanti telat sekolahnya”
“Ya sudah mas kalo gitu bibi mau permisi dulu ya mas”
“Iya bi”
Setelah Bi Sri pergi meninggalkannya kemudian ia segera keluar menuju kamar mandi. Tak lama kemudian setelah ia selesai berpakaian dan merasa tubuhnya telah segar, ia pun segera menuju ruang makan.

“Pagi ma, pa. Hehehe…”
“Pagi sayang. Kamu kenapa sayang ko mama liat kamu seneng banget hari ini?” tanya mamanya.
“Hmm enggak ada apa-apa ko ma”
“Kayaknya ada sesuatu deh ma sama anak kita,” sahut ayahnya sedikit ngeledek.
“Apaan sih pa, gak ada apa-apa ko. Beneran”
“Kamu lagi jatuh cinta yaaa…” goda mamanya.
“Ih mama apaan sih, enggak enggak. Kan aku udah bilang aku belum pengen jatuh cinta sebelum aku sukses,” jawab anak itu dengan pura-pura cemberut.
“Iya iya mama tau ko sayang. Jangan cemberut geh, nanti gantengnya ilang loh” rayu mamanya.
“Iih mama apaan sih,” jawab anak itu sedikit malu.
“Udah siang nih ma, pa, aku berangkat dulu ya?”
“Loh tumben buru-buru, gak bareng papa aja?” tanya papanya.
“Gak usah deh pa, aku sama temen-temen aja”
“Yaudah hati-hati sayang”
“Iya ma, pa. Assalamu’alaikum” ucap anak itu sambil mencium tangan kedua orangtuanya
“Wa’alaikumsalam sayang…. Hati-hati ya” seru mamanya.
“Iya ma”
Kemudian anak itu pergi meninggalkan rumahnya menuju sekolah dengan mengendarai motor miliknya.

Setelah beberapa menit kemudian, bel sekolah pun berbunyi. Kemudian sekumpulan anak laki-laki dari kantin berjalan bersama-sama menuju ke ruang kelas mereka.
“Eh bro, hari ini ada PR gak?” tanya Anton kepada Ikhwan.
“Kayaknya enggak ada sih bro. Eh gak tau juga deng…” jawab si Ikhwan.
“Kayaknya ada PR fisika deh bro,” sahut Widi.
“Apa iya bro? Aduh gue gak tau lagi, gimana dong…” tanya Anton sedikit ketakutan karena tidak mengerjakan PR.
“Udah tenang aja bro, gue udah selesai ko. Nanti loe orang nyontek aja punya gue” sahut Ahmad
“Iya tuh. Ahmad kan selalu rajin ngerjain tugas, jadi kita bisa minta bantuin deh” celoteh Sardi.
Memang Ahmad anak yang rajin, ia selalu mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, ia juga merupakan satu-satunya siswa yang dipandang baik oleh sekolahnya.
Kemudian sekumpulan anak-anak yang sudah lama berteman itu pun masuk ke ruang kelas dan berpencar mencari tempat duduknya masing-masing. Beberapa menit kemudian seorang guru datang, guru yang dianggap oleh banyak siswa sebagai guru killer. Namun tidak untuk Ahmad, dia menganggap guru itu adalah yang terbaik karena ia pernah belajar dengan guru itu dari SMP.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..” ucap Pak Zainul.
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..” jawab seluruh murid-murid
“Gimana PR kalian?” tanya guru itu.
Ada yang jawab susah, ada yang jawab sudah, bahkan ada yang diam saja karena tidak mengerjakannya. Untung saja laki-laki itu telah memberikan contekan untuk teman-teman dekatnya.
Setelah guru dan murid-muridnya itu selesai menyelesaikan tugas, guru itu kemudian memberikan materi. Setelah cukup lama menyampaikan materi, seperti biasa guru satu selalu bercerita tentang hal-hal kehidupan. Karena itu lah Ahmad sangat menyukai guru ini, dan juga beberapa siswi yang menyukai guru ini.
“Baru dasarnya aja kalian udah bengong” Pak Zainul pun memulai pembicaraan dengan ledekan dan tertawa kecil
Anak-anak kemudian ikut tertawa.
“Pak pak, kami kan SMP enggak lulus..” canda salah satu siswa, Joko namanya. Anak ini memang selalu bercanda dengan guru-gurunya.
“Oh iya bapak hari ini sedikit agak senang karena ada yang bisa nemenin bapak pake bahasa inggris” ucap guru itu
“Siapa pak??” tanya Yanti, Dewi, Mai, dan Tutut
“Anak baru itu ya pak?” tambah mereka
“Siapa? Siapa??” tanya anak-anak penasaran
“Ntah bapak lupa siapa namanya” jawab Pak Zainul
“Itu loh anak baru itu, kelas X. Kayaknya namanya Fifi Fifi gitu deh…” sahut Ika, salah satu siswa yang juga punya nama baik disekolahnya.
“Nah iya itu” jawab Pak Zainul, “Ahmad, nanti kalo kamu ketemu dia langsung embat aja” ledek guru itu kepada Ahmad, karena hanya Ahmad yang sangat pandai berbahasa inggris.
“Loh pak emang apaan pake embat-embat segala” celoteh Joko yang membuat semua anak-anak tertawa.
Namun tidak untuk si Ahmad, ia justru malah memikirkan ucapan gurunya tadi. Sehingga Ahmad pun tersenyum sendiri.
Bel istirahat pun berbunyi.
“Udah udah anak-anak. Udah bel istirahat ya?” tanya guru itu
“Iya pak, barusan bel” jawab anak-anak serentak
“Yaudah kita istirahat ya, jangan lupa buat belajar dirumah karena bentar lagi kita mau mengadakan mid semester. Bapak akhiri, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..” ucap Pak Zainul sambil berjalan
“Iya pak. Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..” jawab anak-anak serempak.

Seperti biasa, setiap istirahat anak-anak ini pasti selalu pergi ke kantin, yah walaupun hanya sekedar jadi tempat mengobrol mereka saja.
Setelah lamanya mereka bersantai di kantin, kemudian mereka kembali menuju ke kelas untuk bersantai bersama teman-teman yang lainnya. Ketika berjalan, tiba-tiba  Ahmad mendadak terdiam tak berkedip memandangi seseorang. Ntah apa yang ada dipikirannya saat itu, tiba-tiba saat didepan kelasnya…
“Eh, kenapa lo?” tanya Sardi kepada Ahmad.
“Eh gak apa-apa ko bro” jawab Ahmad kaget.
“Kayaknya lo ngeliatin tuh cewek ya?”
“Ah sotoy lo!”, Ahmad kemudian bertanya sama Ika teman dekatnya, “Mba ika, itu anak baru itu ya?”
“Iya, itu Fifi Fifi itu loh anak kelas Xb” jawab Ika.
“Apa iya??” tanya Ahmad aneh sambil senyum-senyum.
“Hahaha lo suka ya sama dia?” tambah Ika.
“Iiih apaan sih?”.
“Gue sih dukung. Lagian dia kan pinter, cocok sama lo”.
“Hahaha apaan sih” jawab Ahmad sedikit agak malu.

Seperti biasanya kalo anak laki-laki yang tidak berkedip ketika melihat seorang wanita, pasti ia sedang jatuh cinta. Ternyata benar, Ahmad memang sedang jatuh cinta kepada wanita itu, wanita yang baru saja ia tahu, yang belum pernah berkenalan dengannya. Tapi Ahmad sedikit agak bingung,
“Hmm.. Kenapa aku ini jadi deg-degan kalo liat dia? Apa aku jatuh cinta ya? Ah sudahlah lupakan aja” gumam Ahmad sambil menahan senyum jatuh cinta.

Bel pulang pun berbunyi. Ahmad dan teman-temannya berjalan meninggalkan ruang kelas. Tetapi Ahmad justru didapati duduk dimotornya dan belum pulang.
“Eh bro, kenapa lo belum pulang?” tanya Widi.
“Enggak apa-apa kok bro, nanti juga gue pulang” jawabnya.
“Lagi nungguin siapa emang?” tambah Widi penasaran.
“Ada deh. Yang pasti lagi pengen liat seseorang”
“Ciye ciyee.. Iya iya gue tahu kok. Mudah-mudahan sukses ya, gue dukung loe. Gue pulang duluan ya bro” ucap Widi sambil beranjak pergi.
“Oke bro, hati-hati!” sahut Ahmad.
Tak lama kemudian seseorang yang ditunggu oleh Ahmad pun berjalan pulang bersama temannya. Ahmad pun hanya duduk terdiam tak berkedip memandangi wanita itu.
“Sepertinya benar, aku jatuh cinta” gumam Ahmad.
Setelah dilihatnya wanita itu pergi dan tak terlihat lagi, barulah Ahmad menaiki motornya untuk pulang ke rumah.

Beberapa hari setelah petemuannya dengan Fifi, ia selalu merasa gelisah dan selalu memikirkan wanita itu. Hingga suatu hari ia mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan wanita itu. Saat itu sekolahnya memanggil Ahmad dan Fifi serta beberapa teman lainnya untuk menjadi utusan peserta lomba dari sekolahnya.
“Ahmad nanti ikut bapak ke kantor ya?” pinta Pak Setiawan kepada Ahmad. Pak Setiawan adalah guru PKn yang lumayan… cakep dan cool lah. Tapi sedikit agak reseh.
“Iya pak” jawab Ahmad singkat.
Beberapa saat kemudian ia segera pergi untuk menemui Pak Setiawan.
“Ada apa ya pak?” tanya Ahmad.
“Begini nih, bapak dapat mandat dari kepala sekolah agar sekolah kita ikut lomba. Tapi kendalanya sekolah kita kurang satu peserta, seharusnya kan 10. Jadi bapak pengen kamu yang ikut, mau kan?” jelas Pak Setiawan.
“Hmm… memangnya siapa aja yang ikut pak?”
“Ini liat aja di daftarnya”
Kemudian Ahmad pun membaca nama-nama yang ada didaftar. Tiba-tiba ia kaget, dilihatnya ada nama Fifi.
“Fifi…” gumamnya dalam hati.
“Oke deh pak. Saya ikut” tambah Ahmad.
“Yaudah nanti pulang sekolah jangan pulang dulu ya, kita ngumpul di perpus” pinta Pak Setiawan.
“Iya pak” jawab Ahmad singkat.

Setelah tiba saatnya mereka untuk berangkat, Ahmad terlihat amat senang sekali hari itu. Bagaimana ia tak senang jika berada satu mobil dengan orang yang ia sukai.

……………………………………………………………………………….

Love Quote 8

Setiap insan memiliki cinta, dan hanya satu cinta, cinta untuk pasangan yg dimilikinya. Meski ia seorang peselingkuh, playgirl or playboy, tetap saja ia mempunyai satu cinta untuk orang yg ia sangat suka. Tetapi tidak semua insan mengetahui hal itu, terkadang insan lebih terikat terhadap peraturan hidupnya tanpa memikirkan tentang perasaan yg ia punya.